Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Potensi Lokal Jepara

Gambar
Kabupaten Jepara ( bahasa Jawa : Hanacaraka ) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah . Ibukotanya adalah Jepara . Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa , yang berada di Laut Jawa.

Kebudayaan Lokal Jepara

Gambar
Di Kabupaten Jepara terdapat berbagai jenis kesenian, yaitu: 1. Barongan Dencong Pagelaran Seni Barongan Dencong [1] adalah seni Kebudayaan Tradisional asli dari Kabupaten Jepara . Kesenian ini sering diadakan pada acara HUT Jepara, juga memeriahkan kirab budaya Jepara   2. Wayang Golek Langkung Wayang Golek Langkung adalah wayang khas dari Kabupaten Jepara , wayang tersebut merupakan wayang golek yang terbuat dari pring [1] (bambu). Nama Wayang Golek Langkung mempunyai filosofis yang cukup mendalam. Selain memang diambil dari bentuknya yang seperti Wayang Golek, kata Golek juga berarti dalam bahasa Jawanya yaitu golek atau dalam bahasa Indonesia yaitu mencari. Sedangkan kata Langkung yang dalam bahasa Jawa berarti luwih/kaluwihan atau dalam bahasa Indonesia yaitu lebih/kelebihan. Sehingga nama Wayang Golek Langkung bisa diartikan mencari kelebihan. Mencari kelebihan yang dimaksud adalah mencari kelebihan di dunia. Lebih pintar, lebih berguna bag...

BUDAYA LOKAL JEPARA

Pesta Baratan   Pesta Baratan adalah salah satu tradisi karnaval masyarakat Jepara yang erat kaitannya dengan Ratu Kalinyamat [1] . Kata “baratan” berasal dari sebuah kata Bahasa Arab, yaitu “baraah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan. Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Makmur Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan. Ritualnya sederhana, yaitu setelah salat maghrib, umat islam desa setempat tidak langsung pulang. Mereka tetap berada di masjid / musholla untuk berdo’a bersama. Surat Yasin dibaca tiga kali secara bersama-sama dilanjutkan salat isya berjamaah. Kemudian memanjatkan doa nishfu syakban dipimpin ulama / kiai setempat, setelah itu makan (bancaan) nasi puli dan melepas arak-arakan. Kata puli berasal dari Bahasa Arab : afwu lii, yang berarti maafkanlah aku. Puli terbuat dari bahan beras dan ketan yang ditumbuk halus dan dimakan dengan kelapa yang dibakar atau tanpa dibakar. Tradisi Pesta Baratan rutin dilaksanakan setiap tanggal 1...